Strategi

  1. Meningkatkan kapasitas dan kompetenasi dosen sesuai kurikulum Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam melalui jenjang studi formal, yaitu 80 persen berkualifikasi doktor dan sisanya adalah calon doktor, dan keikutsertaan pada program-program pelatihan dalam bidang sejarah dan kebudayaan
  2. Menyediakan wadah publikasi dalam bentuk jurnal dengan akses terbuka dalam bidang sejarah dan kebudayaan
  3. Menyediakan laboratorium sejarah dan kebudayaan Islam bagi para dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum
  4. Mengembangkan kerjasama dan kemitraan yang resiprokal dengan berbagai pihak yang terkait dengan sejarah dan kebudayaan Islam melalui riset, rekomendasi, advokasi, dan sharing program
  5. Menyelenggarakan program magang bagi mahasiswa agar dapat mengartikulasikan pengetahuan sekaligus mendapatkan pengalaman riil mengenai dinamika sejarah dan kebudaayaan di tengah masyarakat